Senin, 12 Oktober 2015

#SIP Arsitektur Komputer dan Struktur Kognisi Manusia

Apa itu Arsitektur komputer ? 
Arsitektur komputer 
adalah suatu konsep yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengaturan dan evaluasi yang dilakukan untuk menjalankan sistem yang telah dibuat supaya dapat digunakan. Dalam "mengoperasikan" arsitektur komputer ini dibutuhkan beberapa komponen, yang diantaranya adalah arsitektur set instruksi yang berupa program dan arsitektur sistem hardware yang berupa perangkat keras atau hardware.

Apa itu Struktur kognitif?  
Struktur kognitif seseorang tidak lain adalah organisasi pengetahuan faktual yang diperoleh dari lingkungan. Struktur kognitif terbentuk dari informasi lingkungan sebagai suatu stimulus dari lingkungan yang selalu berubah, maka struktur kognitif atau pengetahuanpun akan terus berkembang. Keadaan struktur kognitif yang berkembang inilah yang mungkin menjadi prasyarat bagi seseorang yang untuk mengasimilasi dan mengakomodasi pengetahuan atau informasi lain dari lingkungan sehingga struktur kognitif ini dapat memiliki kemampuan untuk berkembang. 

Apakah Hubungannya Arsitektur komputer dengan Sistem Kognitif manusia ?

Dalam hal ini keterkaitan antara struktur kognisi manusia dan arsitektur komputer sangatlah erat kaitannya karena komputer dan kognisi manusia mempunyai suatu kesamaan dalam hal memproses informasi, seperti menerima (receives),menyimpan (storage), menarik (retrieves),mentranformasi (transforms), dan mentransmisi informasi (transmits).Komputer dapat menyimpan dan memproses data sesuai dengan kebutuhan penggunanya, yaitu manusia. Manusia yang menciptakan komputer dengan sistem yang menyerupai kognisi manusia dengan maksud mempermudah manusia dalam pekerjaannya. Karena manusia memiliki otak yang melakukan proses memperoleh pengetahuan dan memanipulasi pengetahuan melalui aktivitas mengingat, menganalisis, memahami, menilai, menalar, membayangkan, berbahasa yang disebut sebagai kognisi.

Dalam hal ini masing-masing memiliki Kelebihan dan Kelemahannya masing-masing: 
 Kelebihan
A. Arsitektur komputer
1.     Informasi yang sudah tersimpan tidak tercampur dengan informasi yang lainnya
2.     Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk memunculkannya kembali
3.     Multi user, artinya sistem ini dapat digunakan oleh beberapa orang dalam waktu yang bersamaan
4.     Dapat membuka beberapa aplikasi dalam waktu yang bersamaan
5.     Menggunakan teknologi time-sharing
B. Kognisi Manusia
1.     Arah dan tujuannya jelas karna tersusun secara sistematis
2.     Adanya proses belajar
3.     Mengoptimalkan kinerja otak
4.     Kapasitas memori lebih banyak

 Kekurangan
A. Arsitektur komputer
1.     Memerlukan tempat yang besar untuk menyimpan
2.     Harganya mahal
3.     Membutuhkan waktu yang lama dalam memproses serta daya listrik yang besar
 B. Kognisi manusia
1.     Memerlukan waktu yang lama dalam memunculkan kembali informasi yang sudah disimpan
2.     Memungkinkan informasi tercampur atau bahkan terlupakan 

Godse, A. P., & Godse, D. A. (2010). Computer Archittecture. India: Technical Publications Pune

H.S, D. Suryadi. (1994). Pengantar Arsitektur Komputer. Depok: Gunadarma

Solso, R., Maclin, O.H., Maclin, M.K. (2007). Psikologi Kognitif edisi kedelapan. Jakarta: Erlangga


Minggu, 11 Oktober 2015

#SIP Pengertian,Fungsi dan Komponen Sistem Informasi Psikologi

Apa itu Sistem Informasi Psikologi? Mari kita bedah perkata menurut para ahli:
Menurut Gaol (2008) sistem adalah hubungan satu unit dengan unit lainnya yang saling berhubungan satu sama lainnya dan tidak dapat dipisahkan serta menuju suatu kesatuan dalam rangka mencapai tujuan yang ditetapkan.
Sedangkan, menurut Davis (dalam Gaol, 2008) informasi adalah data yang telah diproses atau diolah kedalam bentuk yang sangat berarti untuk penerimanya dan merupakan nilai sesungguhnya atau dipahami dalam tindakan atau keputusan yang sekarang atau nanti.
Menurut Heru Basuki (2008) psikologi adalah ilmu pengetahuan (ilmiah) yang mempelajari perilaku, sebagai manifestasi dari kesadaran proses mental, aktivitas motorik, kognitif, dan juga emosional.
Setelah kita dapat pengertian dari ketiga kata di atas, maka dapat saya simpulkan bahwa “Sistem Informasi Psikologi” adalah suatu jaringan atau unit-unit membentuk satu kesatuan yang saling berhubungan dengan data yang berisi penerangan, keterangan, kabar atau berita yang telah di proses dan diolah kedalam bentuk yang berguna bagi si penerimanya untuk mempelajari tingkah laku manusia, baik sebagai individu maupun dalam hubungannya dengan lingkungannya baik yang disadari maupun tidak disadari.
- Komponen Ini terdiri dari komputer, instruksi, fakta yang tersimpan, manusia dan prosedur. SI dapat dikategorikan dalam empat bagian (Dudung, 2015):
a. Sistem Informasi Manajemen
b. Sistem Pendukung Keputusan
c. Sistem Informasi Eksekutif
d. Sistem Pemrosesan Transaksi
- Ada beberapa fungsi dari sistem informasi Psikologi (Dudung, 2015), yaitu:
a. Meningkatkan aksesibilitas data yang tersaji secara tepat waktu dan akurat bagi para pemakai, tanpa mengharuskan adanya prantara sistem informasi.
b. Menjamin tersedianya kualitas dan keterampilan dalam memanfaatkan sistem informasi secara kritis.
c. Mengembangkan proses perencanaan yang efektif.
d. Mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan akan keterampilan pendukung sistem informasi.
e. Menetapkan investasi yang akan diarahkan pada sistem informasi.
f. Mengantisipasi dan memahami konsekuensi-konsekuensi ekonomis dari sistem informasi dan teknologi baru.
g. Memperbaiki produktivitas dalam aplikasi pengembangan dan pemeliharaan sistem.


Daftar Pustaka:

Gaol, L, Jimmy. 2008. Sistem Informasi Manajemen Pemahaman dan Aplikasi. Jakarta: PT Grasindo.
Basuki, H. (2008). Psikologi Umum. Jakarta : Universitas Gunadarma.
http://www.dosenpendidikan.com/12-pengertian-dan-fungsi-sistem-informasi-menurut-para-ahli/ di akses pada tanggal 11 Oktober 2015

#SIP Etika Menulis Online

Dizaman sekarang ini banyak artikel-artikel atau berita-berita yang dimuat atau ditampilkan dimedia online, seperti facebook, Twitter, Instagram, Path, Wechat, Line, Kakao Talk, dan lain-lain. Sebelum artikel atau berita di muat dan ditampilkan di salah satu media, penulis harus mengerti apa saja etika dan kode etika menulis di media online. Dalam dunia jurnalistik dikenal juga Kode etik jurnalistik yang di keluarkan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) adalah suatu kode etik profesi wartawan Indonesia yang harus dipatuhi oleh para wartawan dalam menjalani tugas dan fungsinya sebagai pekerja pers. 
Etika menurut Simorangkir (dalam Isnanto, 2009) adalah pandangan manusia dalam berperilaku menurut ukuran dan nilai yang baik.
Etika secara umum dapat dibagi menjadi dua, yaitu :
1.     Etika umum, berbicara mengenai kondisi-kondisi dasar bagaimana manusia bertindak secara etis, bagaimana manusia mengambil keputusan etis, teori-teori etika dan prinsip-prinsip moral dasar yang menjadi pegangan bagi manusia dalam bertindak serta tolak ukur dalam menilai baik atau buruknya suatu tindakan. Etika umum dapat di analogkan dengan ilmu pengetahuan, yang membahas mengenai pengertian umum dan teori-teori.
2.     Etika khusus, merupakan penerapan prinsip-prinsip moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus. Penerapan ini bisa berwujud : Bagaimana saya mengambil keputusan dan bertindak dalam bidang kehidupan dan kegiatan khusus yang saya lakukan, yang didasari oleh cara, teori dan prinsip-prinsip moral dasar. Namun, penerapan itu dapat juga berwujud : Bagaimana saya menilai perilaku saya dan orang lain dalam bidang kegiatan dan kehidupan khusus yang dilatarbelakangi oleh kondisi yang memungkinkan manusia bertindak etis : cara bagaimana manusia mengambil suatu keputusan atau tindakan, dan teori serta prinsip moral dasar yang ada dibaliknya.Sedangkan menurut Risa (2011) Ketika menyampaikan materi bertopik 'Etika Menulis Blog', "Di dunia internasional sendiri, sejak tahun 2003 sampai sekarang, masih belum tercapai kesepakatan mengenai apa saja yang termasuk etika dalam menulis blog, karena ranah etika erat kaitannya dengan moral dan beririsan dengan ranah hukum. Oleh karenanya, saya lebih suka mengajak para blogger yang hadir di sini untuk bersepakat mengenai apa saja yang harus kita jadikan aturan secara etika dalam mengekspresikan kebebasan berpendapat dan berpikir kita melalui media online". 12 Butir Kesepakatan Etika Menulis Blog  :  
1.      Menghargai dan menjunjung tinggi perlindungan Hak Kekayaan Intelektual dengan menghindari plagiarisme, pembajakan, dan selalu mencantumkan sumber setiap kali mengutip karya orang lain.
2.      Tidak mendiskreditkan pihak lain dan selalu berkomitmen untuk menulis secara proporsional.
3.      Tidak menampilkan tulisan atau gambar yang mengandung unsur pornografi.
4.      Selalu berbagi pengetahuan dan kebaikan melalui blog masing-masing.
5.      Tidak berprasangka dan hanya menulis berdasarkan fakta yang diyakini bisa dibuktikan serta tetap dengan menjunjung tinggi etika kesopanan dalam menulis.
6.      Tidak melakukan spamming melalui kolom komentar.
7.      Tetap menjaga kesopanan dan rasa saling menghormati dalam memberikan komentar pada blog yang dikunjungi.
8.      Tidak melakukan hack pada website atau blog lain.
9.       Tidak menampilkan tulisan atau gambar yang mengandung unsur SARA.
10.  Menggunakan bahasa yang baik dalam menulis.
11.  Tetap menjunjung tinggi kebebasan berekspresi dalam menulis tetapi tidak melanggar hak-hak orang lain.
12.   Bersedia meralat informasi yang telah ditulis dalam blog jika di kemudian hari terdapat kesalahan dalam memuat tulisan di blog. 

Daftar Pustaka 

http://www.pikiran-rakyat.com/horison/2011/06/30/150392/12-butir-etika-menulis-blog diakses 11 Oktober 2015
Isnanto, R.R. (2009). Buku ajar etika profesi. Semarang : Universitas Diponegoro.