Selasa, 10 November 2015

#SIP Software Pengolah Database



  1. ORACLE
Oracle adalah produk DBMS yang sangat berguna dan tangguh yang dapat bekerja pada berbagai sistem operasi yang berbeda, termasuk windows 2000, windows XP, beberapa variasi UNIX, beberapa sistem operasi mainframe, dan linux. Oracle adalah produk DBMS yang paling populer di dunia serta mempunyai sejarah yang panjang dalam pengembangannya dan pengunaannya. Ada banyak konfigurasi dari serangkaian program Oracle. sebagai permulaan, ada dua versi mesin DBMS Oracle yang berbeda yaitu Personal oracle dan Enterprise oracle. Selain itu, juga ada form dan reports serta oracle designer, dan sejumlah besar tool untuk mempublikasikan database oracle pada web.
Menurut Computing Channel (dalam Nasution, 2010) keunggulan oracle dibanding dengan yang lain, yaitu:
  1. Client/ server environment
Oracle berjalan di jaringan komputer. Oracle memisahkan proses antara database server dan aplikasi client. Server yang terinstal oracle bertanggung jawab menangani proses database, sementaraclient/ workstation yang menjalankan aplikasi hanya berkonsentrasi menampilkan data. Struktur ini akan mengurangi kemacetan jaringan.
  1. Ukuran database yang besar dan pengaturan space
Oracle mendukung ukuran database yang sangat besar hingga jumlahnya terabyte. Oracle juga mendukung pengaturan penggunaan space pada harddisk, sehingga ruangan harddisk termanfaatkan secara efisien.
  1. Multiuser
Oracle mendukung pelayanan banyak user, yang terkoneksi pada waktu yang sama, dan mengakses data yang sama. Dengan fasilitas ini, oracle mampu menghindari konflik data secara baik.
  1. Connectibility
Oracle dapat menggunakan berbagai sistem operasi dalam suatu jaringan untuk mengakses data.
  1. Hight Transaction Processing Performance
Oracle dapat mengatur sistem agar pemrosesan data dapat berjalan dengan cepat walaupun jumlah transaksi sangat banyak pada suatu waktu.
  1. FIREBIRD
         Firebird adalah Perangkat Lunak Manajemen Database, seperti halnya DB2 oleh IBM, Oracle, SQL Server oleh Microsoft dan PostGresql. Perangkat Lunak Database mempunyai dua utama komponen: server database, yang berjalan dikomputer yang sama sebagai Database, dan aplikasi sebagai alat penghubung, yang dikenal sebagai Client LibraryClient Library adalah suatu run-time komponen dari suatu DLL pada Windows atau suatu obyek bersama pada platforms lainnya. Penyebaran datanya memerlukan Client Workstationuntuk mengakses database baik dari suatu web browser ataupun dari perangkat lunak Database Client lainnya.
Server Firebird berukuran sangat kecil “footprint” pada file systemketika diinstall pada server. Instalasi Server executable memakan ruang penyimpanan Kurang dari 1.5 Mb sedangkan instalasi full server, mencakup semua tool dan dokumentasi, akan memakan ruang penyimpanan kurang dari 10 Mb. Pemakaian Memori sangat kecil dan bertukartukar menurut skala penyebaran, yang dapat bekerja mulai pada tingkat single user yang menjalankan suatu aplikasi pada database tunggal sampai ratusan koneksi bersamaan hingga dapat menservis beribu-ribu para pemakai pada jaringan wide-area.
Firebird termasuk perangkat lunak database non komersil atau gratis atau open source, jadi semua orang dapat memakainya tanpa harus membayar. Firebird ini bermula dari database Interbase tahun 1985 dibawah Borland Corporation, karena tahun 1999 Borland mengalami masalah keuangan maka pengembangan Interbase di hentikan. Sehingga pada Juli 2000 Interbase versi 6 keluar dan didistribusikan kepada publik dengan lisensi open source. Maka pada tahun 2002 dua orang pengembang dari Australia mengeluarkansource code yang diberi nama Firebird dengan lisensi open source.
Firebird merupakan salah satu database open source yang tangguh dan dapat bekerja secara Client/Server serta dapat dijalankan pada sistem operasi yang berbeda. Firebird dapat berjalan pada sistem operasi Windows, Linux, FreeBSD dan Mac OS. Firebird versi 1.5.x mempunyai kapasitas mencapai 11 Terabytes, sedangkan pada satu table bisa menampung kira-kira 2.000.000.000 baris per table dan maksimum data yang di tampung 30 Gigabytes per table. Sedangkan untuk versi 2.x.x penulis belum mendapatkan informasi mengenai kapasitas databasenya. Tetapi penulis yakin kinerja dan kapasitas untuk versi barunya akan lebih baik daripada versi sebelumnya.
Sumber :
Setiawan, P. (2015). Perbedaan batch, online, real time processing method. Diakses darihttp://www.gurupendidikan.com/perbedaan-batch-online-real-time-processing-method/ diakses pada tanggal 09 November 2015 pukul 18.00 WIB.
YULIDC. (2012). Pengertian computer based information system (CBIS). Diakses pada 11 Oktober, 2012, dari http://www.perpuskita.com/cbis/624/
Sakur, S. B. (2005). Aplikasi web database dengan dreamweaver MX 2004. Yogyakarta: Andi Offset.
Dzacko. (2007). Basis data (database). Diakses dari http://lib.mdp.ac.id/ebook/Karya%20Umum/Diktat_Sistem_Basis_Data.pdf diakses pada tanggal 09 November 2015 pukul 17.45 WIB
Huda, M., & Komputer, B. (2010). Membuat aplikasi database. Jakarta: Elex Media Komputindo.
Kroenke, D. M. (2005). DaAessing: dasar-dasar, desain & implementasi. Jilid 2. Edisi kesembilan. Jakarta: Erlangga

Senin, 09 November 2015

#SIP Lingkup Computer Based Information System (CBIS)

Hirarki Data
Hirarki terdiri dari beberapa bagian, dari yang paling sederhana hingga yang paling kompleks. Beberapa bagian tersebut yaitu :
1.    Basis data, merupakan sekumpulan dari bermacam-macam tipe record yang memiliki hubungan record.
2.   Berkas/file, merupakan sekumpulan rekaman data yang yang berkaitan dengan suatu objek.
3.   Record, merupakan sekumpulan field/atribut/data item yang saling berhubungan terhadap objek tertentu. Record ini juga terdiri dari 2 bagian, yaitu :

Didalam sebuah perusahaan yang terbentuk secara tradisional mengorganisasikan data mereka dalam suatu hirarki yang terdiri dari elemen, catatan (record), dan file.
a.  Elemen data (data element) adalah unit data terkecil, tidak dapat dibagi lagi menjadi unit yang berarti.
b.  Satu tingkat hirarki yang lebih atas adalah catatan. Satu catatan (record) terdiri dari sebuah elemen data yang berhubungan dengan suatu objek atau kegiatan tertentu.
c.  Semua catatan sejenis disusun menjadi satu file.

Pemerosesan Data

berikut ini akan dibahas mengenai beberapa macam teknik penyimpanan data

1.    Batch processing juga dikenal sebagai sequintal processing atau serial prosesing, yaitu suatu pengolahan data dimana data dikumpulkan dalam kelompok-kelompok yang agak besar sebelum dimasukan sebagai input dalam komputer untuk periode tertentu kemudian baru dilakukan pengolahan data yang klasik. Proses ini jauh lebih banyak digunakan dalam Sistem Informasi Manajemen.
2.   On-line processing, adalah pengolahan data yang dilaksanakan oleh peralatan yang secara langsung dikontrol oleh CPU. Pada pengolahan ini masih diperlukan peralatan tambahan untuk beberapa data yang dikirim dan diolah yaitu Magnetic Tape unit atau Disc Storage Devicedan lain-lain. Contoh : Internet Banking, pemesanan tiket, dll. Dalam sistem pengolahan online, transaksi secara individual dientri melalui peralatan terminal, divalidasi dan digunakan untuk meng-update dengan segera file komputer. Hasil pengolahan ini kemudian tersedia segera untuk permintaan keterangan atau laporan.
3.   Off-line processing, pengolahan data melalui dengan menggunakan peralatan yang tidak secara langsung dikontrol CPU. Suatu model pengolahan data, dengan menghimpun data terlebih dahulu, dan diatur pengelompokkan datanya dalam kelompok-kelompok yang disebut batch. Tiap batch ditandai dengan identitas tertentu, serta informasi mengenai data-data yang terdapat dalam batch tersebut. Setelah data-data tersebut terkumpul dalam jumlah tertentu, data-data tersebut akan langsung diproses.
4.   Real time processing, pengolahan data yang berjalan pararel dengan proses fisik sehingga hasil dari pengolahan data itu muncul secara berurutan. Contohnya : pemesanan tiket pesawat melalui telepon, seseorang yang memesan tiket pesawat melalui telfon akan menanyakan dan mengetahui jawabannya segera saat telepon masih terhubung.

Penyimpanan Data Sekunder

penyimpanan data sekunder terbagi menjadi 2, diantaranya :
1.    Direct Acces Storage Device (DASD)
Merupakan suatu cara mengorganisasikan data yang memungkinkan semua catatan ditulis da dibaca tanpa pencarian secara berurutan atau secara acak. DASD memiliki mekanisme membaca dan meulis yang dapat diarahkan ke lokasi manapun dalam medium penyimpanan.
2.   Sequential Acces Storage Device (SASD)
Media penyimpanan data yang tidak memiliki akses langsung pada data yaitu dengan cara tersusun dan pembacaan datanya berurutan dari satu ke yang lain. contohnya : Magnetic tape.




Refrensi  : 

Gaol, C. J. L. (2008). Sistem informasi manajemen pemahaman dan aplikasi. Jakarta : PT Grasindo
Muhsin, A. & Supriyanto, W. (2008). Teknologi informasi perpustakaan strategi perencanaan perpustakaan digital. Yogyakarta : Kanisius.
Sulianta, F. (2008). Komputer forensik. Jakarta : PT Elex Media Komputindo

Suyanto, M. (2005). Pengantar teknologi informasi untuk bisnis. Yogyakarta : Andi

Ukar, K. (2006). Pengenalan komputer. Jakarta : PT Elex Media Komputindo

#SIP Evolusi CBIS (Computer Based Information System)





Menurut Saliman, dalam beberapa hal nilai CBIS dapat dipertimbangkan dari siklus CBIS. Tiap subsistem CBIS menyerupai suatu organisme hidup yaitu : lahir, bertumbuh, menjadi matang , berfungsi, dan akhirnya mati. proses evolusi ini disebut juga siklus hidup sistem (system life cycle-SLC), dan terdiri dari tahap-tahap seperti berikut: Perencanaan, Analisis, Rancangan, Penerapan, dan Penggunaan.
 
Siklus hidup suatu sistem berbasis komputer mungkin hanya berlangsung beberapa bulan, atau mungkin berlangsung beberapa tahun, sehingga dapat dikatakan bahwa CBIS mempunyai biaya yang tinggi. Cepat atau lambat, sifat dinamis kebutuhan informasi akan melampaui kemampuan sistem informasi, sehingga sistem itu harus diperbarui. Tahap-tahap siklus hidup sistem membentuk suatu pola lingkaran. Saat suatu sistem berakhir masa kegunaannya dan harus diganti, suatu siklus hidup baru dimulai, diawali dengan tahap perencanaan.
Walau banyak orang mungkin menyumbangkan keahlian khusus mereka untuk pengembangan sistem berbasis komputer, pemakailah yang bertanggung  jawab atas siklus hidup sistem. Sesuai dengan penekanan pada manajer sebagai pemakai, tanggung jawab untuk mengelola CBIS ditugaskan pada manajer. Manajer ini adalah manajer dari unit organisasi tempat diaplikasikannya komputer dan dapat ditempatkan di mana saja di dalam perusahaan.
Usaha penerapan komputer dalam bidang bisnis terus berkembang sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi. Tahapan perkembangan tersebut yaitu :

Fokus Pada Awal Data (Electronic Data System)
Pengolahan data menggunakan komputer dikenal juga dengan istilah pengolahan data elektronik (PED) atau electronic data processing (EDP). Contoh lain dari EDP adalah berfokus pada data, membuat proses transaksi yang efesien agar dapat mengintegrasi file-file dari pekerjaan sejenis dan membuat ringkasan untuk laporan bagi manajemen.
Fokus Pada Informasi (Management Information System)
Seiring dengan diperkenalkannya generasi baru alat penghitung yang memungkinkan pemrosesannya lebih banyak. Hal tersebut dioerientasikan untuk kosep penggunaan komputer sebagai sistem informasi manajemen (SIM), yang berarti bahwa aplikasi komputer harus diterapkan dengan tujuan utama untuk menghasilkan informasi manajemen.
Fokus Pada Otomatisasi Kantor
Sistem otomatisasi kantor adalah penggunaan sistem komputer untuk meningkatkan produktivitas pekerja kantor. contoh : software pengolah kata, sistem manajemen berbasis data, program spreadsheet, dan sistem desktop publishing.
Fokus Pada Ahli Pakar (Expert System)
ahli pakar (expert system) adalah sistem yang yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli. Expert system lebih berpusat pada bagimana menkodekan dan memanipulasi pengetahuan dari informasi. adapun cara kerjanya sebagai berikut.
§ Pengguna dapat berkomunikasi dengan sistem menggunakan dialog interaktif
§ Expert System menanyakan pertanyaan dan pengguna memberikan jawaban
§ jawaban digunakan untuk menentukan aturan mana yang dipakai dan Expert System menyediakan rekomendasi berdasarkan aturan yang telah disimpan.
§ seorang knowledge engineer bertanggung jawab pada bagaimana melakukan akuisi pengetahuan, sama seperti seorang analisis tetapi dilatih menggunakan teknik yang berbeda.



Refensi
Fatta, H. A. (2007). Analisis dan perancangan sistem infrormasi untuk keunggulan bersaing perusaan dan organisasi modern. Yogyakarta : Penerbit ANDI
Hall, J. A. (2004). Sistem informasi akuntansi. Jakarta : Salemba Empat
Pusandan, M. Y. (2014). Pemrograman matlab pada sistem pakar fuzzy. Yogyakarta : Deepublish
Saliman. Sistem Informasi Berbasis Komputer
Ukar, K. (2006). Pengenalan komputer. Jakarta : PT Elex Media Komputindo