Menurut Saliman, dalam beberapa hal nilai CBIS dapat
dipertimbangkan dari siklus CBIS. Tiap subsistem CBIS menyerupai suatu
organisme hidup yaitu : lahir, bertumbuh, menjadi matang , berfungsi, dan
akhirnya mati. proses evolusi ini disebut juga siklus hidup sistem (system life
cycle-SLC), dan terdiri dari tahap-tahap seperti berikut: Perencanaan,
Analisis, Rancangan, Penerapan, dan Penggunaan.
Siklus hidup suatu sistem berbasis komputer mungkin hanya berlangsung beberapa bulan, atau mungkin berlangsung beberapa tahun, sehingga dapat dikatakan bahwa CBIS mempunyai biaya yang tinggi. Cepat atau lambat, sifat dinamis kebutuhan informasi akan melampaui kemampuan sistem informasi, sehingga sistem itu harus diperbarui. Tahap-tahap siklus hidup sistem membentuk suatu pola lingkaran. Saat suatu sistem berakhir masa kegunaannya dan harus diganti, suatu siklus hidup baru dimulai, diawali dengan tahap perencanaan.
Walau
banyak orang mungkin menyumbangkan keahlian khusus mereka untuk pengembangan
sistem berbasis komputer, pemakailah yang bertanggung jawab atas siklus
hidup sistem. Sesuai dengan penekanan pada manajer sebagai pemakai, tanggung
jawab untuk mengelola CBIS ditugaskan pada manajer. Manajer ini adalah manajer
dari unit organisasi tempat diaplikasikannya komputer dan dapat ditempatkan di
mana saja di dalam perusahaan.
Usaha
penerapan komputer dalam bidang bisnis terus berkembang sesuai dengan
perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi. Tahapan perkembangan
tersebut yaitu :
Fokus Pada Awal Data (Electronic Data System)
Pengolahan
data menggunakan komputer dikenal juga dengan istilah pengolahan data
elektronik (PED) atau electronic data
processing (EDP). Contoh lain dari EDP adalah berfokus pada data, membuat
proses transaksi yang efesien agar dapat mengintegrasi file-file dari pekerjaan sejenis dan membuat
ringkasan untuk laporan bagi manajemen.
Fokus Pada
Informasi (Management Information System)
Seiring
dengan diperkenalkannya generasi baru alat penghitung yang memungkinkan
pemrosesannya lebih banyak. Hal tersebut dioerientasikan untuk kosep penggunaan
komputer sebagai sistem informasi manajemen (SIM), yang berarti bahwa aplikasi
komputer harus diterapkan dengan tujuan utama untuk menghasilkan informasi
manajemen.
Fokus Pada
Otomatisasi Kantor
Sistem otomatisasi kantor adalah penggunaan sistem
komputer untuk meningkatkan produktivitas pekerja kantor. contoh : software pengolah
kata, sistem manajemen berbasis data, program spreadsheet, dan sistem desktop
publishing.
Fokus Pada Ahli Pakar (Expert System)
ahli pakar (expert system) adalah sistem yang yang
berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer agar komputer dapat
menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli. Expert
system lebih berpusat pada bagimana menkodekan dan memanipulasi pengetahuan
dari informasi. adapun cara kerjanya sebagai berikut.
§ Pengguna dapat berkomunikasi dengan sistem menggunakan
dialog interaktif
§ Expert System
menanyakan pertanyaan dan pengguna memberikan jawaban
§ jawaban digunakan untuk menentukan aturan mana yang
dipakai dan Expert System menyediakan
rekomendasi berdasarkan aturan yang telah disimpan.
§ seorang knowledge
engineer bertanggung jawab pada bagaimana melakukan akuisi pengetahuan,
sama seperti seorang analisis tetapi dilatih menggunakan teknik yang berbeda.
Refensi
Fatta,
H. A. (2007). Analisis dan perancangan sistem infrormasi untuk
keunggulan bersaing perusaan dan organisasi modern. Yogyakarta : Penerbit
ANDI
Hall,
J. A. (2004). Sistem informasi akuntansi. Jakarta : Salemba Empat
Pusandan,
M. Y. (2014). Pemrograman matlab pada sistem pakar fuzzy.
Yogyakarta : Deepublish
Saliman.
Sistem Informasi Berbasis Komputer
(CBIS).http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/penelitian/Saliman,%20Drs.%20M.Pd./CBIS.pdf. Diakses pada tanggal 10 November
2015
Ukar,
K. (2006). Pengenalan komputer. Jakarta : PT Elex Media Komputindo