Computer Based Information System (CBIS) atau yang dalam Bahasa
Indonesia disebut juga Sistem Informasi Berbasis Komputer merupakan sistem
pengolah data menjadi sebuah informasi yang berkualitas dan dipergunakan untuk
suatu alat bantu pengambilan keputusan. Sedangkan menurut hanif (2007), computer based
information system adalah sistem pengolah data menjadi sebuah informasi yang
berkualitas dan dipergunakan untuk suatu alat bantu yang mendukung pengambilan
keputusan.
Komponen
CBIS Komponen-komponen CBIS menurut James (2007), adalah :
© Perangkat keras (hardware), yaitu
komponen untuk melengkapi kegiatan memasukkan data, memproses data, dan output
data.
© Perangkat lunak, yaitu program dan
instruksi yang diberikan ke komputer
© Database, yaitu kumpulan data dan
informasi yang diorganisasikan sedemikian rupa sehingga mudah diakses pengguna
sistem informasi.
© Telekomunikasi, yaitu komunikasi
yang menghubungkan antara pengguna sistem dengan sistem komputer secara
bersama-sama ke dalam suatu jaringan kerja yang efektif.
© Manusia, yaitu personel dari sistem
informasi, meliputi manajer, analisis, programmer, dan operator, serta
bertanggung jawab terhadap perawatan sistem.
Fungsi CBIS
Fungsi CBIS menurut James (2007), adalah
©
Sistem
Pemrosesan Transaksi (Transaction Processing Systems). Merupakan sistem informasi yang
terkomputerisasi yang dikembangkan untuk memproses data dalam jumlah besar
untuk transaksi rutin seperti penggajian, keuangan, inventarisasi dan
sebagainya. Sistem ini berfungsi pada level organisasi yang memungkinkan
organisasi bisa berinteraksi dengan lingkungan eksternal.
©
Sistem
Otomastisasi Kantor (Office Automation Systems) dan Sistem Kerja Pengetahuan
(Knowledge Work Systems) Kedua sistem ini bekerja pada level knowledge. Sistem
Otomastisasi Kantor (Office Automation Systems) mendukung pekerja data, yang
biasanya tidak menciptakan pengetahuan baru melainkan hanya menganalisis
informasi sedemikian rupa untuk transformasikan data atau memanipulasikannya
dengan cara-cara tertentu sebelum menyebarkannya secara keseluruhan dengan
organisasi dan kadang-kadang diluar organisasi. Aspek-aspek Sistem Otomastisasi
Kantor (Office Automation Systems) seperti word processing, spreadsheets,
presentasi.
©
Sistem
Informasi Manajemen (Management Information System) tidak menggantikan Sistem
Pemrosesan Transaksi (Transaction Processing Systems), tetapi mendukung
spektrum tugas-tugas organisasional yang lebih luas dari Sistem Pemrosesan
Transaksi (Transaction Processing Systems) termasuk analisis keputusan dan
pembuat keputusan. Sistem Informasi Manajemen (Management Information System)
menghasilkan informasi yang digunakan untuk membuat keputusan, dan juga dapat membatu
menyatukan beberapa fungsi informasi bisnis yang sudah terkomputerisasi (basis
data).
©
Sistem
Pendukung Keputusan (Decision Support Systems). Sistem ini hampir sama dengan
Sistem Informasi Manajemen (Management Information System) karena menggunakan
basis data sebagai sumber data. Sistem ini bermula dari Sistem Informasi
Manajemen (Management Information System) karena menekankan pada fungsi
mendukung pembuat keputusan diseluruh tahap-tahapnya, meskipun keputusan aktual
tetap wewenang eksklusif pembuat keputusan.
©
Sistem
Informasi Manajemen (Management Information System). Sistem yang mendukung
spektrum tugas-tugas organisasional yang lebih luas dari Sistem Pemrosesan
Transaksi (Transaction Processing Systems) termasuk analisis keputusan dan pembuat
keputusan. Juga menghasilkan informasi yang digunakan untuk membuat keputusan,
serta dapat membatu menyatukan beberapa fungsi informasi bisnis yang sudah
terkomputerisasi (basis data).
©
Sistem Ahli
(Expert System) dan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelegent) Kecerdasan buatan
dimaksudkan untuk mengembangkan mesin-mesin yang berfungsi secara cerdas. Dua
cara untuk melakukan riset kecerdasan buatan adalah memahami bahasa alamiahnya
dan menganalisis kemampuannya untuk berfikir melalui problem sampai kesimpulan
logiknya. Sistem ahli menggunakan pendekatan-pendekatan pemikiran kecerdasan
buatan untuk menyelesaikan masalah serta memberikannya lewat pengguna bisnis.
©
Sistem
Pendukung Keputusan Kelompok (Group Decision Support Systems) dan Sistem Kerja
Kolaborasi Dukungan Komputer (Computer-Support Collaborative Work Systems). Bila
kelompok, perlu bekerja bersama-sama untuk membuat keputusan semi-terstruktur
dan tak terstruktur, maka group Decision support systems (DSS) menjadi suatu
solusinya.
©
Sistem
Pendukung Eksekutif (Executive Support Systems). Sistem tergantung pada informasi
yang dihasilkan oleh Sistem Pengolahan Transaksi. Sistem ini membantu para
eksekutif mengatur interaksinya dengan lingkungan eksternal dengan menyediakan
grafik-grafik dan pendukung komunikasi di tempat-tempat yang bisa diakses
seperti kantor.
Referensi :
James A Hall. (2007). Sistem Informasi Akuntansi. Jakarta: Salemba empat Jimmy,
Chr L Gaol. (2008). Sistem Informasi Manajemen Pemahaman Dan Aplikasi. Jakarta:
Grasindo Hanif, Alfatta. (2007). Analisis Dan Perancangan Sistem Informasi
Untuk keunggulan Bersaing Perusahaan Dan Organisasi Modern. Yogyakarta: Andi