1. Selidiki
kebiasaan-kebiasaan yang berlaku di lingkungan anda, berikan pendapat tentang
nilai-nilai yang berlaku pada lingkungan tersebut!
Contoh kasus:
Zaman dulu masih
banyak permainan-permainan tradisional seperti contohnya gobak sodor,lompat karet,congklak
dan beberapa permainan menyehatkan
lainnya,namun sayang ditengah kemajuan zaman yang kian modern ini telah
mengikis beberapa permainan tersebut dan mulai beralih kepada permainan baru
yang lebih canggih dan modern, seperti contohnya PSP dan PS
Nilai-nilai Positif:
1. Anak lebih
mengenal teknologi
Negatif:
1. Anak akan
cenderung bermalas-malasan dirumah
2. Anak akan
menjadi pribadi yang introvert, acuh terhadap
keadaan sekitar, sulit mengontrol emosi dan sulit untuk bersosialisasi dengan
teman dan lingkungan
3. Tingkat
kesehatan pada anak menurun,mengingat kurangnya kegiatan bergerak pada anak.
2. Jelaskan faktor-faktor yang
mempengaruhi terjadinya perubahan kebudayaan dan berikan contoh!
A. Faktor yang Menyebabkan Perubahan Sosial dan Kebudayaan
Secara umum, sebab terjadinya suatu perubahan dalam masyarakat adalah
karena adanya sesuatu yang dianggap sudah tidak memuaskan lagi. Mungkin saja
karena ada factor baru yang lebih memuaskan masyarakat sebagai pengganti factor
yang lama. Pada umumnya dapat dikatakan bahwa sebab-sebab tersebutmungkin
bersumber pada masysarakat itu sendiri dan ada yang letaknya diluar (faktor
intern). Sebab-sebab itu antara lain adalah:
- Bertambah atau berkurangnya penduduk.
Pertambahan penduduk yang terjadi sangat cepat menyebabkan terjadinya
perubahan dalam struktur masyarakat, terutama pada lembaga kemasyarakatnya.
Misal, orang lantas mengenal hak milik individual atas tanah, sewa tanah, bagi
hasil dan lain sebagainya yang sebelumnya belum dikenal.
Berkurangnya penduduk mungkin disebabkan karena perpindahan penduduk dari
kota ke desa atau transmigrasi. Perpindahan penduduk mengakibatkan kekosongan,
misalnya dalam bidang pembagian kerja yang mempengaruhi lembaga-lembaga
kemasyarakatan. perpindahan penduduk telah berlangsung selama ratusan ribu
lamanya didunia ini.
2.
Penemuan-penemuan Baru.
Suatu proses sosial dan kebudayaan yang besar, tetapi terjadi dalam waktu
yang tidak terlalu lama, adalah inovasi. Proses tersebut meliputi suat penemuan
baru, jalannya unsur-unsur kebudayaan baru yang tersebar ke lain-lain bagian
masyarakat, dan cara-cara unsur kebudayaan baru tadi diterima, dipelajari, dan
akhirnya dipakai dalam masyarakat yang bersangkutan. Penenemuan baru sebagai
akibat terjadinya perubahan-perubahan dapat dibedakan dalam pngertian dari
discovery dan invention.
Discovery adalah penemuan unsur kebudayaan yang baru, baik berupa alasan
atau gagasan yang diciptakan oleh seorang individu. Discovery baru berubah
menjadi invention kalau masyarakat sudah mengakui, menerima dan
menerapkan penemuan baru itu.
Apabila ditelaah lebih lanjut lagi tentang penemuan baru, terlihat ada
beberapa faktor pendorong yang dipunyai masyarakat, antara lain adalah:
a) Kesadaran individu-individu akan
kekurangan dalam kebudayaannya.
b) Kualitas ahli-ahli dalam suatu kebudayaan.
c) Perangsang bagi aktivitas-aktivitas
penciptaan dalam masyarakat.
Didalam setiap masyarakat tentu ada individu yang sadar akan adanya
kekeurangan dalam kebudayaan masyarakatnya. Sebagian orang menerima
kekurangan-kekurangan tersebut sebagai hal yang diterima begitu saja. Sebagian
orang yang tidak puas dengan keadaan akan tetapi tidak mampu memperbaiki
keadaan tersebut. Mereka inilah yang kemudian menjaci pencipta-pencipta baru
tersebut.
3.
Pertentangan Masyarakat
Pertentangan-pertentangan mungkin terjadi antara individu-kelompok,
kelompok-kelompok. Pada umumnya masyarakat tradisional di Indonesia bersifat
kolektif. Segala kegiatan didasarkan pada kepentingan masyarakat. Kepentingan
individu walaupun diakui tapi mempunyai fnganungsi sosial. Banyak timbul
pertentangan antara kepentinga individu denga kelompoknya, yang dalam hal-hal
tertentu dapat menimbulkan perubahan-perubahan.
Pertentangan antar kelompok mungkin terjadi pada generasi muda dengan
generasi tua. Pertentangan-pertentangan demekian itu kerap terjadi, apalagi
pada masyarakat yang sedang berkembang dari tahap tradisional menuju ketahap
modern. Generasi muda yang belum terbentuk kepribadiaannya lebih mudah menerima
unsur-unsur kebudayan asing atau barat yang dalam beberapa hal mempunyai taraf
yang lebih tinggi. Keadaan demikian dapat menimbulkan perubahan-perubahan dalam
masyarakat. Misalnya, pergaulan bebas antara wanita dengan laki-laki, cara
berpakaian, atau derajat wanita yang kian sama di dalam masyarakat dan lain-lain.
4.
Terjadinya Pemberontakan atau Revolusi.
Revolusi yang terjadi di Rusia pada 1917 telah menyulut terjadinya
perubahan-perubahan besar bagi negra rusia yang dulu adalah kerajaan berubah
menjadi dictator proletariat yang dilandaskan pada doktrin marxis. Segenap
lembaga kemasyarakatan , mulai dari bentuk egara sampai keulrga mengalami
perubahan yang mendasar.
Suatu perubahan sosial dan kebudayaan dapat pula bersumber pada sebab-sebab
yang berasal dari luar masyarakat itu sendiri (factor ekstern) antara lain:
- Sebab-sebab yang berasal dari alam.
Terjadinya gempa bumi, banjir, tanah longsor dan lain-lain mungkin
menyebabkan masyarakamasyarakat terpaksa harus meninggalkan tempat tinggalnya.
Misal, pada waktu dulu masyarakat dulu berburu kini berpindah ke pertanian.
Sebab yang bersumber pada lingkungan alam, kadang-kadang disebabkan oleh
tindakan manusia itu sendiri. Misalnya penggunaan tanah yang sembrono tanpa
memperhitungkan kelestarian humus tanah, penebanagan hutan yang liar dapat
menyebabkan banjir.
- Peperangan.
Perang dengan negara lain dapat menimbulkan perubahan, karena negara yang
menang akan memaksakan kebudayaannya kepada negara yang kalah.
- Pengaruh Kebudayaan Masyarakat Lain.
Apabila sebab-sebab bersumber pada masyarakat lain, maka mungkin kebudayaan
lain melancarkan pengaruhnya. Hubungan secara fisik antara dua masyarakat
mempunyai kecerendungan untuk menimbulkan hubungan timbal-balik, artinya
masing-masing masyarakat mempengaruhi masyarakat lainnya, tetapi juga menerima
pengaruh dari masyarakat yang lain itu. Apabila salah satu kebudayaan yang
bertemu mempunyai taraf teknologi yang lebih tinggi maka yang terjadi adalah
proses imitasi yaitu peniruan terhadap budaya lain. Mula-mula unsur-unsur
tersebut ditambahkan kebudaya asli namun lanbat laun kebudayaan asli diubah
dengan kebudayaan asing tersebut.
B. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perubahan Sosial
Perubahan sosial budaya dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor-faktor
yang mempengaruhi itu terdiri dari faktor pendorong dan penghambat yang dapat
berasal dari dalam maupun luar masyarakat. Berikut adalah faktor-faktor yang
mempengaruhi perubahan sosial dan budaya dalam masyarakat.
- Faktor-Faktor yang Mendorong Perubahan Sosial dan Budaya
- Kontak Dengan Kebudayaan Lain
Perubahan sosial dan budaya akan berjalan dengan cepat apabila masyarakat
sering melakukan kontak dengan kebudayaan lain. Salah satu proses yang
mempercepat kontak dengan kebudayaan lain adalah proses difusi. Dengan
terjadinya difusi, suatu penemuan baru yang telah diterima oleh masyarakat
dapat diteruskan dan disebarkan pada masyarakat luas sampai semua masyarakat
dapat menikmati kegunaannya. Selain difusi, proses yang mempercepat kontak
sosial juga dapat terjadi karena akulturasi, namun akulturasi bersifat continue
dan memerlukan hubungan dekat.
2.
Sistem Pendidikan Formal Yang Lebih Maju
Pendidikan formal sangat penting, karena dengan pendidikan formal
masyarakat akan mendapatkan nilai-nilai tertentu untuk menerima hal-hal baru
dan berpikir lebih rasional dan ilmiah serta cara pandang terhadap masalah yang
lebih obyektif.
3.
Toleransi
Masyarakat yang memiliki sikap toleransi cenderung akan mudah menerima
hal-hal yang baru, sehingga proses perubahan sosial budaya akan berjalan lebih
cepat karena masyarakat sangat toleran dengan perilaku menyimpang. Dalam hal
ini dapat berupa penyimpangan positif maupun negatif.
Contoh: dahulu pekerjaan sopir hanya dilakukan oleh seorang laki-laki,
namun sekarang ini masyarakat tidak merasa risih apabila perempuan bekerja
sebagai sopir.
4.
Sistem Stratifikasi Terbuka
Dengan sistem stratifikasi terbuka maka hal itu akan memberikan kesempatan
adanya gerak sosial vertikal dan peluang yang luas bagi individu untuk
meningkatkan diri untuk maju dan berusaha menaikkan status sosial dalam masyarakat.
Contoh: seorang anak yangt terlahir dari keluarga petani miskin, dengan
kemampuan secara akademis anak itu mendapatkan pekerjaan yang bagus. Dengan
begitu anak itu mampu menaikan status sosial dirinya dan keluarganya.
- Penduduk yang Heterogen
Dalam masyarakat heterogen yang memiliki latar kebudayaan, ras dan ideologi
yang berbeda akan mudah dan sering terjadi pertentangan yang akan memicu
terjadinya perubahan tersebut.
Contoh: masyarakat di perkotaan, di dalamnya terdapat masyarakat yang
berbeda-beda kebudayaan. Misalnya: Suku Batak, Jawa, Bugis, dsb. Dengan keadaan
itu masyarakat sering berinteraksi dan memungkinkan terjadi perubahan.
5.
Ketidakpuasan Masyarakat Terhadap Berbagai Bidang Kehidupan
Ketidakpuasan ini, baik dalam sistem kemasyarakatan, ekonomi dan keamanan
akan mendorong masyarakat melakukan perubahan sistem yang ada dengan cara
menciptakan sistem baru agar sesuai dengan kebutuhan.
Contoh: masyarakat tidak puas dengan kebijakan ekonomi dari pemerintah,
kemudian masyarakat menyampaikan aspirasi terhadap pemerintah melalui DPR.
6.
Orientasi Masa Depan
Seseorang dalam masyarakat pada umumnya beranggapan bahwa masa yang akan
datang berbeda dengan masa sekarang sehingga masyarakat berusaha menyesuaikan
diri baik yang sesuai keinginannya. Untuk itu masyarakat umumnya berusaha
melakukan perubahan-perubahan agar dapat menerima masa depan.
Contoh: sekarang ini masyarakat harus berusaha memperbaiki keadaan ekonomi
karena untuk menghadapi krisis global.
7.
Sikap Menghargai Hasil Karya Seseorang dan Keinginan Untuk Maju
Sikap menghargaai hasil karya seseorang akan menjadi motivasi untuk menjadi
pribaadi yang lebih baik.
Contoh: hadiah nobel misalnya akan mendorong seseorang untuk menciptakan
pemikiran dan penemuan-penemuan baru.
8.
Pandangan dan Nilai Bahwa Manusia Harus Senantiasa Berusaha Untuk
Memperbaiki Dirinya
Dalam masyarakat terdapat ajaran agama bahwa Tuhan tidak akan merubah nasib
seseorang apabila seseorang tersebut tidak mau berusaha.
Contoh: seseorang ingin mendapatkan pekerjaan yang bagus maka harus
berusaha dengan cara belajar keras dan pantang menyerah.
- Faktor-Faktor Penghambat Perubahan Sosial Budaya
- Kurangnya Hubungan Dengan Masyarakat Lain
Masyarakat yang sedikit berhubungan dengan masyarakat lain akan sulit
mengalami perubahan, karena perubahan akan terjadi apabila dalam suatu
masyarakat terjadi kontak sosial. Biasanya masyarakat yang kurang berhubungan
dengan masyarakat lain adalah masyarakat yang hidup terasing atau terpencil.
Contoh: masyarakat suku pedalaman akan sulit mengetahui perkembangan-perkembangan
yang terjadi pada masyarakat lain karena kurang dan sulit berkomunikasi.
2.
Perkembangan Ilmu Pengetahuan Yang Terlambat
Hal tersebut dapat terjadi karena masyarakat itu terasing atau sengaja
mengasingkan diri, atau misalnya pernah dijajah bangsa lain sehingga
mendapatkan pembatasan.
Contoh: masyarakat kelas bawah sulit mendapatkan pendidikan yang layak,
sehingga pemikirannya kurang terbuka.
3.
Sikap Masyarakat yang Sangat Tradisional
Sikap ini terdapat pada masyarakat yang masih mengagung-agungkan tradisi
lama dan beranggapan bahwa tradisi tidak dapat dirubah. Hal itu sangat
menghambat perubahan.
Contoh: di zaman modern ini masih banyak masyarakat yang mengkaitkan
keadaan alam dengan hal-hal yang irasional, walaupun sebenarnya fenomena alam
itu dijelaskan secara ilmiah.
4.
Rasa Takut Akan Terjadinya Kegoyahan Pada Integritas Kebudayaan.
Integrasi sosial mempunyai derajat yang berbeda. Unsur-unsur luar
dikhawatirkan akan menggoyahkan integrasi sosial dan menyebabkan
perubahan-perubahan pada aspek tertentu dalam masyarakat.
5.
Adanya Kepentingan-Kepentingan yang Telah Tertanam Dengan Kuat (Vested
Interest)
Dalam suatu masyarakat selalu terdapat kelompok-kelompok yang menempati
kedudukan tertentu. Biasanya dari kedudukan mereka mendapatkan keuntungan-keuntungan
tertentu dan hak-hak istimewa.
6.
Hambatan-Hambatan Yang Bersifat Ideologis
Masyarakat sering beranggapan bahwa pandangan hidup yang telah tertanam
lama dan telah menjadi ideologi dapat terancam oleh setiap usaha perubahan
unsur-unsur kabudayaan.
Contoh: masyarakat Minang menganut matrialisme, maka masyarakat akan sulit
menerima ideologi baru bahwa derajatnya lebih tinggi.
7.
Prasangka Terhadap Hal-Hal Baru Atau Asing (Sikap Tertutup)
Sikap ini umumnya terjadi pada masyarakat yang pernah dijajah oleh bangsa
lain. Mereka menjadi curiga terhadap hal-hal yang berasal dari luar, karena
pengalaman pahit sebagai bangsa terjajah.
Contoh: sebagian masyarakat masih mempunyai anggapan bahwa munculnyya
internet adalah salah satu bentuk penjajahan bangsa barat melalui media
elektronik.
8.
Adat Istiadat (Kebiasaan)
Adat atau kebiasaan merupakan pola perilaku anggota masyarakat dalam
memenuhi kebutuhan pokoknya. Jika pola-pola perilaku tidak lagi efektif
memenuhi kebutuhan pokok, maka akan muncul krisis adat atau kebiasaan dan akan
sulit diubah.
Contoh: seorang ibu yang hidup dalam masyarakat desa telah terbiasa
menumbuk padi secara manual, walaupun sekarang telah ada alat yang lebih
efisien namun kebanyakan masyarakat enggan menggunakannya. (sumber : http://ittemputih.wordpress.com/2011/11/05/faktor-penyebab-perubahan-sosial-budaya/)
IBD (Ilmu Budaya
Dasar) sering di hubungkan dengan kesusastraan dalam prosa dan puisi.
Berikan contoh-contoh dan nilai-nilai yang di peroleh pembaca lewat sastra baik
prosa dan puisi.
SAJAK
MATAHARI
Oleh :
W.S. Rendra
Oleh :
W.S. Rendra
Matahari
bangkit dari sanubariku.
Menyentuh permukaan samodra raya.
Matahari keluar dari mulutku,
menjadi pelangi di cakrawala.
Menyentuh permukaan samodra raya.
Matahari keluar dari mulutku,
menjadi pelangi di cakrawala.
Wajahmu
keluar dari jidatku,
wahai kamu, wanita miskin !
kakimu terbenam di dalam lumpur.
Kamu harapkan beras seperempat gantang,
dan di tengah sawah tuan tanah menanammu !
wahai kamu, wanita miskin !
kakimu terbenam di dalam lumpur.
Kamu harapkan beras seperempat gantang,
dan di tengah sawah tuan tanah menanammu !
Satu juta
lelaki gundul
keluar dari hutan belantara,
tubuh mereka terbalut lumpur
dan kepala mereka berkilatan
memantulkan cahaya matahari.
Mata mereka menyala
tubuh mereka menjadi bara
dan mereka membakar dunia.
keluar dari hutan belantara,
tubuh mereka terbalut lumpur
dan kepala mereka berkilatan
memantulkan cahaya matahari.
Mata mereka menyala
tubuh mereka menjadi bara
dan mereka membakar dunia.
Matahri
adalah cakra jingga
yang dilepas tangan Sang Krishna.
Ia menjadi rahmat dan kutukanmu,
ya, umat manusia !
yang dilepas tangan Sang Krishna.
Ia menjadi rahmat dan kutukanmu,
ya, umat manusia !
Yogya, 5
Maret 1976
Potret Pembangunan dalam Puisi
Potret Pembangunan dalam Puisi
(http://zhuldyn.wordpress.com)
SAJAK
MATA-MATA
Oleh :
W.S. Rendra
Oleh :
W.S. Rendra
Ada suara
bising di bawah tanah.
Ada suara gaduh di atas tanah.
Ada ucapan-ucapan kacau di antara rumah-rumah.
Ada tangis tak menentu di tengah sawah.
Dan, lho, ini di belakang saya
ada tentara marah-marah.
Ada suara gaduh di atas tanah.
Ada ucapan-ucapan kacau di antara rumah-rumah.
Ada tangis tak menentu di tengah sawah.
Dan, lho, ini di belakang saya
ada tentara marah-marah.
Apaa saja
yang terjadi ? Aku tak tahu.
Aku melihat
kilatan-kilatan api berkobar.
Aku melihat isyarat-isyarat.
Semua tidak jelas maknanya.
Raut wajah yang sengsara, tak bisa bicara,
menggangu pemandanganku.
Aku melihat isyarat-isyarat.
Semua tidak jelas maknanya.
Raut wajah yang sengsara, tak bisa bicara,
menggangu pemandanganku.
Apa saja
yang terjadi ? Aku tak tahu.
Pendengaran
dan penglihatan
menyesakkan perasaan,
membuat keresahan –
Ini terjadi karena apa-apa yang terjadi
terjadi tanpa kutahu telah terjadi.
Aku tak tahu. Kamu tak tahu.
Tak ada yang tahu.
menyesakkan perasaan,
membuat keresahan –
Ini terjadi karena apa-apa yang terjadi
terjadi tanpa kutahu telah terjadi.
Aku tak tahu. Kamu tak tahu.
Tak ada yang tahu.
Betapa kita
akan tahu,
kalau koran-koran ditekan sensor,
dan mimbar-mimbar yang bebas telah dikontrol.
Koran-koran adalah penerusan mata kita.
Kini sudah diganti mata yang resmi.
Kita tidak lagi melihat kenyataan yang beragam.
Kita hanya diberi gambara model keadaan
yang sudah dijahit oleh penjahit resmi.
kalau koran-koran ditekan sensor,
dan mimbar-mimbar yang bebas telah dikontrol.
Koran-koran adalah penerusan mata kita.
Kini sudah diganti mata yang resmi.
Kita tidak lagi melihat kenyataan yang beragam.
Kita hanya diberi gambara model keadaan
yang sudah dijahit oleh penjahit resmi.
Mata rakyat
sudah dicabut.
Rakyat meraba-raba di dalam kasak-kusuk.
Mata pemerintah juga diancam bencana.
Mata pemerintah memakai kacamata hitam.
Terasing di belakang meja kekuasaan.
Mata pemerintah yang sejati
sudah diganti mata-mata.
Rakyat meraba-raba di dalam kasak-kusuk.
Mata pemerintah juga diancam bencana.
Mata pemerintah memakai kacamata hitam.
Terasing di belakang meja kekuasaan.
Mata pemerintah yang sejati
sudah diganti mata-mata.
Barisan
mata-mata mahal biayanya.
Banyak makannya.
Sukar diaturnya.
Sedangkan laporannya
mirp pandangan mata kuda kereta
yang dibatasi tudung mata.
Banyak makannya.
Sukar diaturnya.
Sedangkan laporannya
mirp pandangan mata kuda kereta
yang dibatasi tudung mata.
Dalam
pandangan yang kabur,
semua orang marah-marah.
Rakyat marah, pemerinta marah,
semua marah lantara tidak punya mata.
Semua mata sudah disabotir.
Mata yangbebas beredar hanyalah mata-mata.
semua orang marah-marah.
Rakyat marah, pemerinta marah,
semua marah lantara tidak punya mata.
Semua mata sudah disabotir.
Mata yangbebas beredar hanyalah mata-mata.
Hospital
Rancabadak, Bandung, 28 Januari 1978
Potret Pembangunan dalam Puisi
Potret Pembangunan dalam Puisi
(http://zhuldyn.wordpress.com)
Nilai- nilai yang
terkandung dalam puisi :
Sajak Matahari:
1.
Rahmat Tuhan
2.
Matahari sebagai
tumpuan kehidupan alam
Sajak Mata-mata:
1.
Kebebasan mengutarakan
pendapat dibatasi
2.
Kekuasaan
mengendalikan ruang bebas
3.
Rakyat hanya
terpaku pada apa yang ada.