Jumat, 26 Oktober 2012

Love,Art,and Estetical


Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Cinta adalah rasa sangat suka (kepada) atau rasa sayang (kepada) , ataupun rasa sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan Kasih, adalah perasaan sayang atau cinta (kepada) atau menaruh belas kasih. Jadi Cinta Kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.
Adapun yang berpendapat, Cinta adalah curahan hati yang dimiliki setiap manusia terhadap apa yang membuat diri mereka nyaman terhadap sesama manusiadan makhluk lainnya, sedangkan kasih adalah rasa sayang terhadap sesama, jadi cinta kasih adalah rasa kepedulian manusia terhadap sesamanya maupun makhluk lain sehingga menimbulkan rasa kasih sayang.
Seperti makhluk hidup lainnya, manusia juga mengalami perkembangan. Dalam hal ini, perkembangan manusia terdiri atas tiga fase besar, yaitu anak-anak, dewasa dan tua. Dalam setiap fase, cinta kasih berkembang dalam proses yang berbeda-beda.
Pada fase anak-anak, mereka menerima cinta kasih dari saudara-saudaranya dan cinta kasih yang lebih diperoleh dari orang tuanya. Pada fase remaja, cinta kasih mulai ditanamkan dalam dirinya sehingga dalam fase ini merupakan masa pembentukan pribadi untuk menanamkan cinta kasih. Sedangkan pada fase tua, mereka lebih banyak memberikan cinta kasih kepada anak-anaknya.
Cinta sama sekali bukan nafsu, peryataan ini penting bagi remaja karena pada masa ini emosi seksual meraka sedang melonjak. Perbedaan antara cinta dan nafsu adalah :
- Cinta bersifat manusiawi, hanya pada manusialah Cinta timbul dan berkembang, sedangkan pada binatang terbatas pada naluri untuk melindungi.
- Cinta bersifat rokhaniah, sedangkan cinta sifatnya jasmaniah. Rasa cinta dapat memberikan semangat dalam hidup bagi orang yang mencintai dan bagi yang menerimanya, dirasakan sebagai kebahagiaan. Sedangkan nafsu cenderung memuaskan dorongan seks semata.
- Cinta menunjukkan perilaku memberi, sedangkan nafsu senantiasa menuntut.
Sedangkan Pengertian tentang cinta yang diungkapkan oleh Dr. Salito W. Sarwono dalam artikel yang berjudul Segitiga Cinta, bukan cinta segitiga. Dikatakan bahwa cinta yang ideal memiliki 3 unsur yaitu keterikatan, keintiman, kemesraan.
- Keterikatan yaitu adanya perasaan untuk hanya bersama orang yang dicintai, segala prioritas hanya untuk dia.
- Keintiman yaitu adanya kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukkan bahwa tidak ada jarak lagi, sehingga panggilan formal digantikan dengan sekedar memanggil nama, atau sebutan lain seperti lain seperti sayang, makan/minum dari satu piring/cangkir, tidak saling menyimpan rahasia, dst.
- Kemesraan yaitu rasa ingin membelai atau dibelai, rasa kengen apabila jauh atau lama tidak bertemu, ucapan-ucapan yang mengatakan sayang, saling mencium, merangkul, dsb.
Setelah diberikan uraian tentang cinta sejati oleh tiga ahli di atas, berikut ini akan dijelaskan masalah kasih. Telah dikemukakan bahwa kasih adalah perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasih.(
http://iqbalperdana26.blogspot.com/2012/04/pengertian-cinta-kasih.html)
2.      Sebutkan nilai estetik keindahan dan berikan contoh!
Estetika adalah cabang ilmu yang membahas masalah keindahan. Bagaimana keindahan bisa tercipta dan bagaimana orang bisa merasakannya dan memberi penilaian terhadap keindahan tersebut. Secara etimologi, estetika diambil dari bahasa Yunani, aisthetike yang berarti segala sesuatu yang dapat dicerna oleh indra. Estetika membahas refleksi kritis yang dirasakan oleh indera dan memberi penilaian terhadap sesuatu, indah atau tidak indah, beauty or ugly. Estetika disebut juga dengan istilah filsafat keindahan.
Emmanuel Kant meninjau keindahan dari 2 segi, pertama dari segi arti yang subyektif dan kedua dari segi arti yang obyektif. a. Subyektif: Keindahan adalah sesuatu yang tanpa direnungkan dan tanpa sangkut paut dengan kegunaan praktis, tetapi mendatangkan rasa senang pada si penghayat. b. Obyektif: Keserasian dari suatu obyek terhadap tujuan yang dikandungnya, sejauh obyek ini tidak ditinjau dari segi gunanya. Bagi Immanuel Kant , sarana kejiwaan yang disebut cita rasa itu berhubungan dengan dicapainya kepuasan atau tidak dicapainya kepuasaan atas obyek yang diamati. Rasa puas itu pun berkaitan dengan minat seseorang atas sesuatu. Suatu obyek dikatakan indah apabila memuaskan minat seseorang dan sekaligus menarik minatnya. Pandangan ini melahirkan subyektivisme yang berpengaruh bagi timbulnya aliran-aliran seni modern khususnya romantisme pada abad ke-19.
Menurut Al-Ghazali, keindahan suatu benda terletak di dalam perwujudan dari kesempurnaan. Perwujudan tersebut dapat dikenali dan sesuai dengan sifat benda itu. Disamping lima panca indera, untuk mengungkapkan keindahan di atas Al Ghazali juga menambahkan indra ke enam  yang disebutnya dengan jiwa (ruh) yang disebut juga sebagai spirit, jantung, pemikiran, cahaya. Kesemuanya dapat merasakan keindahan dalam dunia yang lebih dalam yaitu nilai-nilai spiritual, moral dan agama.
Kaum materialis cenderung mengatakan nilai-nilai berhubungan dengan sifat-sifat subjektif, sedangkan kaum idealis berpendapat nilai-nilai bersifat objektif. Andaikan kita sepakat dengan kaum materialis bahwa yang merupakan nilai keindahan itu merupakan reaksi-reaksi subjektif, maka benarlah apa yang terkandung dalam sebuah ungkapan “Mengenai masalah selera tidak perlu ada pertentangan”. Sama seperti halnya orang-orang yang menyukai lukisan abstrak, jika sebagian orang mengatakan lukisan abstrak aneh, maka akan ada juga orang yang mengatakan bahwa lukisan abstrak itu indah. Reaksi ini muncul dalam diri manusia berdasarkan selera.
Pada akhirnya pembahasan estetika akan berhubungan dengan nilai-nilai sensoris yang dikaitkan dengan sentimen dan rasa. Sehingga estetika akan mempersoalkan teori-teori mengenai seni.
Dengan demikian estetika merupakan sebuah teori yang meliputi:
a.    Penyelidikan mengenai sesuatu yang indah
b.    Penyelidikan mengenai prinsip-prinsip yang mendasari seni
c.    Pengalaman yang bertalian dengan seni, masalah yang berkaitan dengan
penciptaan seni, penilaian terhadap seni dan perenungan atas seni.
Dari pernyataan di atas, estetika meliputi tiga hal yaitu fenomena estetis, fenomena persepsi, fenomena studi seni sebagai hasil pengalaman estetis.(http://filsafat.kompasiana.com/2011/12/07/estetika-dan-filsafat-keindahan/)
contoh : 

b. Jelaskan keserasian dalam keindahan dan berikan contoh!
KEINDAHAN
Secara Implisit memikirkan sesuatu secara mendalam yang merupakan hasil dari merenung (melakukan renungan) termenung. sehingga terciptalah seni yang merupakan pengungkapan dari perasaan manusia, yang biasanya berbetuk sebuah pengalaman, kesan,
yang diwujudkan melalui penghayatan yang menghasilkan gambar angan lalu melalui perantaraan berbaa garis, gerak, warna, suar, bentuk sehingga penikmat seni bisa mendalami
dengan merasakan perasaan yang dicurahkan seniman, selain itu seni yang tercipta juga didasarkan realita yang ada bergerak diatas taraf duniawi berkonsep ide.
Realita dengan keinginan sementara diwujudkan terluarnya oleh dunia obyektif yang juga meiliki perwujudan benda khusus dikemas dalam pengetahuan praktis yang dihubungkan degan
benda tersebut yang diarahkan pada ide - ide dan merenungkannya demi ide itu sendiri.

pemenuhan keinginan bawah sadar dari seorang seniman juga merupakan suatu proses penciptaan seni secara terselubung yang tujuan utamanya menyeimbangkan mental. Lalu secara imaginatif tersalur kegiatan kreatif yang pada akhirnya menghasilkan karya seni tertanda
secara Simbolic menggambarkan keadaan / perasaan / realitas yang serupa.


KESERASIAN

Kata keserasian berasal dari kata serasi yang artinya pas, perpaduan yang tepat dan sesuai, tidak berlebihan, cocok, seimbang. Misalnya, perpaduan antara suara-suara sehingga terbentuk suatu suara vokal bulat yang menciptakan keserasian. contoh lainnya semakin serasi antara perkataan dan perbuatan, tentunya akan semakin indah pula pribadi seseorang.

menurut saya, suatu keserasian pun terbentuk dari pertentangan. sama halnya dengan keindahan yang jga tersusun dari keseimbangan, keterbalikan (yang dalam hal ini digambarkan oleh pertentangan), kesetagkupan, dan keselarasan.
Intinya seni merupakan suatu kumpulan / gabungan dari suatu hubungan yag serasi antar tiap hal yang terwujud dalam suatu benda - benda.

untuk mengenali keindahan akan suatu benda tersebut, dalam suatu penciptaan seni yakni mengenali sifat dasar dari keindahan dar berbagai pengamatan, apa sih yang membuat benda itu terlihat indah? bukan hanya menurut gambaran pendapat selera orang - orang saja. namun lebih ke sifat benda sendiri. Kualitas nilai estetik pada suatu benda yang melekat dan tak tergantikan. Hal ini tentunya bertentangan dengan paham subyektif yang mendeskripsikan bahwa indah atau tidaknya suatu benda berasal dari pengamatan / perasaan pada pengamatnya,
bagaimana nilai estetik yang tersalur oleh pengamat melalui perasaan yang dirasa pengamat sehingga benda tersebut terlihat indah.
perlu adana keseimbangan da keserasian antara unsur benda yag dinilai indah dan manusia sebagai pengamat dalam menentukan keindahan dari benda tersebut. seberapa jaukah
keindahan itu tersalur pada perasaan pengamat.
Contoh :
Berikan contoh sehari-hari anda tentang penderitaan. Sebab penderitaannya, dan pengaruh penderitaan tersebut!

Sepasang suami-istri yang telah lama hidup bersama dan telah dikaruniai seorang anak. Namun dalam proses kehidupan yang mereka lewati menemui beberapa konflik yang mengharuskan mereka berpisah. Sedangkan anak di wajibkan memilih kehidupannya ingin ikut ayah atau ibu. Anak mengalami dilema dalam kehhidupannya,dan tidak sedikitpula anak yang hidup dalam kondisi seperti ini menunjukan keinginan mereka dengan melakukan beberapa tindakan negatif.
Sebab :
-          Karena ketidak harmonisan keluarga
-          Ketidak siapan anak dalam menerima kondisi yang ada
-          Keegoisan  orangtua
Pengaruh:       
-          Anak tersebut akan menjadi pribadi yang introvert
-          Anak akan berpikir bahawa cinta itu tidak ada gunanya
-          Anak akan melakukan berbagai cara agar kedua orangtuanya memperhatikannya