Rabu, 25 Maret 2015

PSIKOTERAPI & KONSELING


 
Adanya pengertian & konsep yang tumpang tindih antara psikoterapi & konseling yang sulit dihindari, maka dewasa ini kedua istilah ini seringkali muncul bersama.
Namun secara umum, persamaan & perbedaannya dapat dilihat sebagai berikut :

Persamaan :
-          dasar : teori, metode & data ilmiah yang telah dikaji secara empirik (observasi, wawancara, test, teori2)
-          teknik2 ilmiah : pembicaraan, latihan2
-          aturan : biaya, waktu, tempat, alat2,
 

Perbedaan


Konseling

Psikoterapi
< intensif
> intensif
Preventif
Kuratif / reapartif
Fokus : edukasi, vocational, perkembangan
Fokus : remedial
Setting : sekolah, industri, social work,
Setting : rumah sakit, klinik, praktek pribadi,
Jumlah intervensi <
Jumlah intervensi >
supportive
rekonstructive
Penekanan “normal”
/ masalah ringan
Penekanan “disfungsi” / masalah berat
Short term
Long term

Corsini :
Teknik2 / proses2 secara kualitatif sama, tetapi secara kuantitatif berbeda
Persentase waktu yang digunakan oleh konselor & psikoterapis dalam aktivitas profesionalnya :

Proses

Konseling (%)

Psikoterapi (%)

listening
20
60
questioning
15
10
evaluating
5
5
interpreting
1
3
supporting
5
10
explaining
15
5
informing
20
3
advising
10
3
ordering
9
1

Tahap-tahap psikoterapi :

1.        Wawancara awal
-          dikemukakan apa yang akan terjadi selama terapi berlangsung, aturan2, yang akan dilakukan terapi & diharapkan dari klien, kontrak terapeutik (tujuan, harapan, kapan, dimana, lama, keterbatasan, dll)
-          akan diketahui apa yang menjadi masalah klien – rapport, klien menceritakan masalah (ada komitmen untuk mengkomunikasikan), terapis & klien bekerjasama
2.        Proses terapi
            -  mengkaji pengalaman klien, hubungan terapis & klien, pengenalan – penjelasan – 
               pengartian perasaan & pengalaman klien
3.        Pengertian ke tindakan
            -  terapis bersama klien mengkaji & mendiskusikan apa yang telah dipelajari klien selama 
               terapi berlangsung, penngetahuan klien akan aplikasinya nanti di perilaku & kehidupan 
               sehari-hari
4.        Mengakhiri terapi
-          terapi dapat berakhir jika tujuan telah tercapai, klien tidak melanjutkan lagi, atau terapis tidak dapat lagi menolong kliennya (merujuk ke ahli lain)
-          beberapa pertemuan sebelum terapi berakhir klien diberitahu à klien disiapkan untuk menjadi lebih mandiri menghadapi lingkungannya nanti

Keterampilan Terapis :

meliputi keterapilan dalam komunikasi verbal & non verbal

1.        Komunikasi verbal
 bahasa yang baik & dimengerti oleh klien
2.        Komunikasi non verbal
-          adanya kepekaan terapis dalam menggunakan ekspresi wajah, gerak tangan, ekspresi tubuh, nada suara
-          terapis mampu & tepat dalam mengartikan komunikasi non verbal klien

Komunikasi non verbal :
-          dalam menggunakan waktu
:  cepat/lambat menjawab, jumlah waktu yang digunakan, tergesa2/tidak dll
-          dengan menggunakan tubuh
:  kontak mata, ekspresi wajah, postur, gerakan2 dll
-          melalui suara :  nada, kecepatan dll
-          melalui penggunaan lingkungan
:  jarak, pakaian, posisi di ruang, dlL

Penggolongan psikoterapi -à 3 kelompok utama :

1.        supportive therapy
2.        reeducative therapy
      3.     reconstructive therapy

 sumber :  srini.staff.gunadarma.ac.id