Adanya pengertian &
konsep yang tumpang tindih antara psikoterapi & konseling yang sulit
dihindari, maka dewasa ini kedua istilah ini seringkali muncul bersama.
Namun secara umum,
persamaan & perbedaannya dapat dilihat sebagai berikut :
Persamaan :
-
dasar : teori, metode & data ilmiah yang telah
dikaji secara empirik (observasi, wawancara, test, teori2)
-
teknik2 ilmiah : pembicaraan, latihan2
-
aturan : biaya, waktu, tempat, alat2,
Perbedaan
Konseling |
Psikoterapi
|
|
< intensif
|
> intensif
|
|
Preventif
|
Kuratif / reapartif
|
|
Fokus : edukasi,
vocational, perkembangan
|
Fokus : remedial
|
|
Setting : sekolah,
industri, social work,
|
Setting : rumah sakit,
klinik, praktek pribadi,
|
|
Jumlah intervensi <
|
Jumlah intervensi >
|
|
supportive
|
rekonstructive
|
|
Penekanan “normal”
/ masalah ringan
|
Penekanan “disfungsi” /
masalah berat
|
|
Short term
|
Long term
|
Corsini :
Teknik2 / proses2 secara
kualitatif sama, tetapi secara kuantitatif berbeda
Persentase waktu yang digunakan oleh konselor &
psikoterapis dalam aktivitas profesionalnya :
Proses |
Konseling (%) |
Psikoterapi (%) |
|
listening
|
20
|
60
|
|
questioning
|
15
|
10
|
|
evaluating
|
5
|
5
|
|
interpreting
|
1
|
3
|
|
supporting
|
5
|
10
|
|
explaining
|
15
|
5
|
|
informing
|
20
|
3
|
|
advising
|
10
|
3
|
|
ordering
|
9
|
1
|
Tahap-tahap psikoterapi :
1.
Wawancara awal
-
dikemukakan apa yang akan terjadi selama terapi
berlangsung, aturan2, yang akan dilakukan terapi & diharapkan dari klien,
kontrak terapeutik (tujuan, harapan, kapan, dimana, lama, keterbatasan, dll)
-
akan diketahui apa yang menjadi masalah klien –
rapport, klien menceritakan masalah (ada komitmen untuk mengkomunikasikan),
terapis & klien bekerjasama
2.
Proses terapi
- mengkaji
pengalaman klien, hubungan terapis & klien, pengenalan – penjelasan –
pengartian perasaan & pengalaman klien
3.
Pengertian ke tindakan
- terapis
bersama klien mengkaji & mendiskusikan apa yang telah dipelajari klien
selama
terapi berlangsung, penngetahuan klien akan aplikasinya nanti di
perilaku & kehidupan
sehari-hari
4.
Mengakhiri terapi
-
terapi dapat berakhir jika tujuan telah tercapai,
klien tidak melanjutkan lagi, atau terapis tidak dapat lagi menolong kliennya
(merujuk ke ahli lain)
-
beberapa pertemuan sebelum terapi berakhir klien
diberitahu à klien
disiapkan untuk menjadi lebih mandiri menghadapi lingkungannya nanti
Keterampilan Terapis :
meliputi keterapilan dalam komunikasi verbal & non verbal
1.
Komunikasi verbal
bahasa yang baik & dimengerti
oleh klien
2.
Komunikasi non verbal
-
adanya kepekaan terapis dalam menggunakan ekspresi
wajah, gerak tangan, ekspresi tubuh, nada suara
-
terapis mampu & tepat dalam mengartikan
komunikasi non verbal klien
Komunikasi non verbal :
-
dalam menggunakan waktu
:
cepat/lambat menjawab, jumlah waktu yang digunakan, tergesa2/tidak dll
-
dengan menggunakan tubuh
:
kontak mata, ekspresi wajah, postur, gerakan2 dll
-
melalui suara :
nada, kecepatan dll
-
melalui penggunaan lingkungan
: jarak, pakaian, posisi di ruang,
dlL
Penggolongan psikoterapi -à 3 kelompok utama :
1.
supportive therapy
2.
reeducative therapy
3. reconstructive therapysumber : srini.staff.gunadarma.ac.id