Rabu, 25 Maret 2015

Psikoterapi

Definisi Psikoterapi :
Interaksi sistematis klien-terapis dengan memanfaatkan prinsip
psikologis, untuk melakukan perubahan pikiran, perasaan dan perilaku
klien, dengan tujuan membantu klien mengatasi perilaku abnormal,
memecahkan masalah dan atau berkembang sebagai individu.





Sejarah Psikoterapi :
Psikoterapi berawal dari upaya menyembuhkan pasien yang menderita penyakit jiwa
-     berabad-abad yang lalu
      orientasi mistik -à upaya mengusir roh jahat dengan cara tidak manusiawi (mengisolasi, 
      mengikat, memasung, memukul)
-     Philipe Pinel 
       Melakukan pendekatan bersifat manusiawi, yang berorientasi kasih sayang (love oriented 
       approach) -à mendirikan asylum
-     Anton Mesmer
      Mempergunakan teknik hypnosis  & sugesti, teknik hypnosis kemudian digunakan oleh Jean 
       Martin Charcot
-      Paul Dubois
       Merumuskan & menekankan peranan penting teknik berbicara (speech technique, talking   
        cure) yang digunakan kepada pasien. Paul Dubois tercatat sebagai “The First 
        Psychotherapiest
-      Joseph Breuer (senior dari Sigmund Freud) & Sigmund Freud
-      menggunakan teknik hypnosis & teknik berbicara dalam upaya menyembuhkan pasien2 
        histeria
-       Pada Breuer à talking cure dilakukan terhadap pasien dalam keadaan hypnosis 
-       Pada Sigmund Freud à talking cure dilakukan terhadap pasien dalam keadaan sadar (à cikal 
        bakal lahirnya psikoanalisis)


Tujuan Psikoterapi
 1. Managemen krisis
 2. Perubahan tingkah laku
 3. Pengalaman emosional korektif
 4. Insight dan perubahan

Unsur Psikoterapi
Dalam psikoterapi, unsur-unsur aktif dalam pekerjaan reparasi emosional ini meliputi hubungan baik dan rasa percaya antara klien dan terapis yang bergerak bersama dengan baik serta terbukanya aliran emosi yang lebih bebas antara klien dengan terapis.
Menurut Singgih (2004) telah melaporkan tujuh parameter pengaruh dasar yang mencakup unsur-unsur lazim pada semua jenis psikoterapi. Dalam hal ini termasuk peran sosial (“martabat”) psikoterapis, hubungan (persekutuan terapiutik), hak, retrospeksi, re-edukasi, rehabilitasi, resosialisasi, dan rekapitulasi.
Unsur-unsur psikoterapiutik dapat dipilih untuk masing-masing pasien dan dimodifikasi dengan berlanjutnya terapi. Ciri-ciri ini dapat diubah dengan berubahnya tujuan terapiutik, keadaan mental, dan kebutuhan pasien.
Daftar Pustaka :
Gunarsa, Singgih D. 2007. Konseling dan psikoterapi. Jakarta : Gunung Mulia